FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > Jahe, Buatan Paramedis Gereja
BERITA

Jahe, Buatan Paramedis Gereja

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:49
Redaksi
Share
7 Min Read
SHARE

Tiba-tiba mata saya tertarik pada foto di stasus WhatsApp. Empat orang suster FSGM, komunitas Pringsewu, lagi masak dengan dua wajan besar di atas tungku. Ditulis, “Membuat jahe instan untuk para isoman.”

 Membuat jahe instan untuk para isolasi mandiri? Gerakan yang bagus sekali, kataku dalam hati. Kuperhatikan lebih dalam lagi. Mereka memakai masker. Celemek. Ada yang duduk di atas dingklek (bangku kecil).  Ada juga yang berdiri. Lokasi, di kebun belakang susteran.

Penasaran

Status di WhatshApp itu menimbulkan segudang pertanyaan dalam benakku. Bagaimana pendistribusiannya? Diantar ke rumah? Atau keluarga mereka yang datang ke susteran? Bagaimana ceritanya kok bisa muncul ide sebagus ini?

Saya mencoba menghubungi salah satu suster yang tinggal di komunitas Pringsewu. Kerjasama dengan paroki, begitu jawabnya singkat. Karena ingin tahu lebih banyak lagi, saya tak bisa diam begitu saja. Lalu tanya sana-sini. Mencari informasi. Konfirmasi. Begini ceritanya.

Tergerak belaskasihan

Menurut data yang masuk dari ketua-ketua stasi, 25 Juni 2021, ada 107 umat Paroki St. Yusuf Pringsewu yang terpapar virus covid-19. Tujuh orang tak dapat diselamatkan. Enambelas orang sembuh.

Data ini membuat Pastor Paroki Pringsewu, Romo Laurentius Pratomo Pr, putar otak. Hatinya tergerak oleh belaskasihan. Ia ingin berbuat sesuatu untuk umatnya yang dilanda susah, cemas, dan derita.

Kebutuhan sembako dan vitamin bagi para penderita covid, sudah dapat dikatakan cukup. Itu dikirim dari lingkungan dan stasi. Romo Pratomo Pr bersyukur untuk itu. Umatnya bergerak. Saling peduli dan membantu. Mereka memberi dari kekurangannya.

Baginya, paroki juga ambil bagian. Tetapi, apa yang dapat ia lakukan? Bentuknya seperti apa? Romo Pratomo tak memiliki angan yang tinggi-tinggi. Yang penting, ungkapan peduli kasih. Nyata. Sederhana. Berdaya guna.

Proyek Roh Kudus

Pergulatan batinnya itu didengar oleh Tuhan. Tak disangka, secercah cahaya ia jumpai. Mengapa tidak membuat jahe instan? Bukankah itu berguna untuk menambah imun.

Romo Pratomo ingin melibatkan para suster FSGM untuk ambil bagian pula. Bekerjasama. Kebetulan, pembuatan jahe instan ini sudah menjadi ‘proyek’ sehari-hari para suster FSGM.

Dengan ringan Romo Pratomo melangkahkan kaki menuju biara pusat FSGM. Selempar batu jauhnya dari pastoran tempat kediamannya. Ia langsung menemui provinsial Kongregasi FSGM, Sr. M. Aquina.

Di ruang tamu. Suasana santai tapi serius. Romo kelahiran Metro, 15 Agustus 1978 ini mengutarakan maksud baiknya itu. Ia mengajak kerjasama antara Paroki dengan para suster FSGM. Membuat jahe instan untuk para isolasi mandiri.

Gayung bersambut. Proyek Roh Kudus ini disambut baik. “Kami senang. Semua akan kami siapkan,” ujar Sr. M. Aquina sambil tersenyum.

Atur strategi

Saat makan siang bersama, Sr. M. Aquina memberi informasi tentang rencana kerjasama pembuatan jahe instan untuk para isoman itu. Malamnya, para suster rapat. Membentuk panitia kecil. Mengatur strategi kerja. Termasuk lokasi.

Urusan jahe, diserahkan kepada Sr. M. Katarina. Ia terbiasa berjejaring dengan para petani. Dipesanlah jahe sebanyak satu kuintal.

Jahe satu kuintal itu dibagi tiga tempat: susteran, novisiat, dan asrama. Di susteran, para suster muda dan medior membagi diri. Ada yang mencuci. Membersihkan. Menggiling. Memeras. Memasak. Ketika memasak jahe, ditambah gula. Sereh. Kayumanis. Cengkeh. Dengan ukuran masing-masing. Lokasi masak, di kebun belakang susteran.

Tak ketinggalan. Seluruh pasukan keluarga pastoran turut ambil bagian. Tiga orang frater. Tiga romo. Satu diakon. “Lumayan untuk membersihkan jahe,” kata kepala pasukan, Romo Pratomo Pr sambil tersenyum.

Di ruang rekreasi, para suster yang lanjut usia, mendapat tugas membungkus. Satu bungkus berisi satu kilogram jahe instan. Tertera label, “Salam Sehat, Jahe Merah Instan. Paroki St. Yusuf dan susteran FSGM Pringsewu.

Pembuatan jahe di novisiat, di lakukan di luar jam belajar. Begitu pula para aspiran (calon suster) yang tinggal di asrama. Mereka mengatur sendiri jadwal kerjanya.

Jahe sebanyak satu kuintal itu dikerjakan dalam tempo empat hari, 23-26 Juli 2021. Proyek ‘Roh Kudus’ ini sengaja tidak melibatkan umat. Hanya keluarga pastoran dan susteran. Semua bekerja dengan sukacita dan penuh semangat. Dari yang muda hingga yang tua. Baik pemimpin mau pun anggota.

Selasa, 27 Juli 2021, kemasan jahe siap diedarkan bagi para isoman. Caranya, bekerjasama dengan para ketua stasi.

Tim Doa

Selain program membuatan jahe instan, dibentuk juga tim doa untuk pendampingan. Ada tiga tim. Setiap tim doa, terdiri satu romo, satu suster, dan dua umat awam. Setiap malam pukul 19.00 tim doa ini mengontak umat yang terpapar covid-19, dengan Video Call. Memberi semangat. Mendoakan. Menutupnya dengan berkat. Ini juga bekerjasama dengan ketua-ketua lingkungan.

Tempat Isoman

Para suster FSGM juga sudah menyiapkan tempat untuk para isolasi mandiri. Letaknya di Materdei, Rumah Lampung. Satu tahun yang lalu, rumah ini sudah ditijau oleh gugus tugas dan Camat. Sudah di foto-foto dan di upload di media sosial.

Para isoman ini di bawah tanggungjawab RR La Verna. Untuk bagian medisnya, di bawah tanggungjawab RS Panti Secanti. Secara khusus, tanggungjawab Dr Spd. Stepanus Agung Laksono. Mereka yang dirawat adalah mereka yang positif, OTG, dan bergejala ringan. Yang tidak membutuhkan perawatan khusus.

Di tempat ini pula menjadi tempat isolasi bagi para suster FSGM yang terkena covid-19 dan yang baru datang dari jauh.

Rumah Sakit Lapangan

Seperti yang dikatakan Bapa Suci Paus Fransiskus bahwa para imam dan religius adalah sekaligus ‘dokter, perawat, pelayan, tim laborat’ yang dimiliki Gereja.

Saat ini Gereja memang harus menjadi “Rumah Sakit Lapangan” bagi Para Penyintas, yang siap menerima siapa saja yang mau mencari kesembuhan.

Para penderita sakit adalah berkat bagi Gereja. Mereka tidak harus disingkirkan. Sebaliknya, mereka harus dijaga dan dirawat dengan penuh kasih. Kasih itu menyembuhkan. Kasih itu menambah imun. Bagaikan sebungkus jahe merah, penambah imun, karena dibuat oleh paramedis Gereja dengan doa, kasih dan sukacita.***

M. Fransiska FSGM

[Best_Wordpress_Gallery id=”149″ gal_title=”isoman”]

 

TAGGED:FSGMjahepsewu
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES
TEMU AKBAR PELAYAN PERSAUDARAAN 2025
HEADLINES
PESTA SYUKUR FSGM
HEADLINES
Sr. M. Electa FSGM: Bersukacitalah Senantiasa
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Kehendak-Mu, Pilihanku

25/03/2025
BERITA

UKRAINA, TUHAN MENCINTAIMU

25/03/2025
BERITA

Persembahan Untuk Ukraina

25/03/2025
BERITA

Pesta Paroki Katedral Tanjungkarang

25/03/2025

TERBARU

Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
TALITHA KUM GELAR KONFERENSI ASIA KE-5 DI JAKARTA,
HEADLINES
Lima Suster FSGM Timor Leste Berkaul Kekal
HEADLINES
Suster Senior FSGM: Peziarah Harapan
HEADLINES
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

PESTA IMAN KONGREGASI FSGM, KAPEL BIARA St. YUSUP, 23 NOVEMBER 2023 PUKUL 10.00 WWIB
HEADLINES
Pionir Pribumi Pertama FSGM, Sr. Arnolde, Berpulang
BERITA
Kapel Lansia La Verna, Padangbulan
BERITA
Merawat Iman
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?