FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > Natal Ekumenis Lampung Tanpa Ibadat
BERITA

Natal Ekumenis Lampung Tanpa Ibadat

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:48
Redaksi
Share
4 Min Read
SHARE

Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung Tahun 2019 yang diadakan di Gedung Haka Metta Sarana, Telukbetung, Bandarlampung, 09 Januari 2020, berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Kali ini dirayakan dengan tidak ada Ibadah.

 

Permintaan uskup

Tidak adanya Ibadah dalam Perayaan Natal Oikoumene tahun ini adalah salah satu permintaan Uskup Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono kepada Panitia Natal. Permintaan lainnya adalah agar panitia Natal mengundang para sahabat lintas iman.

Dengan adanya dua permintaan itu, Uskup Harun ingin agar Perayaan Natal Oikoumene 2019 ini menjadi wahana atau sarana kegembiraan bersama Tuhan atas nama seluruh anak Bangsa Indonesia. Menurut Uskup, lagi pula Ibadah Natal sudah dilaksanakan di gereja masing-masing dengan sangat aman dan tenang berkat kerja keras para TNI/POLRI.

Oleh Panitia Natal Oikoumene yang tahun ini dikepalai oleh Gereja Katolik, permintaan Uskup itu dikabulkan. Sekitar dua bulan sebelumnya, dibentuklah panitia. Setelah diadakan rapat, panitia mulai bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing.

 

 Bukan satu darah

Sore itu sekitar seribu orang memenuhi gedung Haka Metta. Mereka adalah: Wakil Gubenur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik), para tokoh lintas agama, budaya, pemuda, ormas, TNI dan POLRI. Selain itu, anak-anak Xaverius dan Fransiskus, serta Paduan Suara Giofani turut memeriahkan acara Natal Oikoumene ini.

Suasana Natal dan Tahun Baru masih kental terasa. Setiap orang yang berjumpa saling memberi salam, seperti sudah mengenal lama. Suasana persaudaraan tercipta secara alami, tak ada perbedaan agama, suku, budaya, mau pun golongan. Mereka datang dengan tujuan yang sama yakni: bersyukur, bergembira bersama  dan berbagi berkat.

Suasana persaudaraan ini sesuai dengan tema yang diusung dalam acara ini, “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.” Tema ini juga merupakan Tema Natal nasional tahun 2019, yang diusulkan oleh seorang bapak dan ibu pendeta PGI yang kemudian disetujui oleh para Uskup dari KWI.

Menurut Uskup Harun Yuwono, tema yang indah ini hendak mengingatkan kepada semua orang Kristiani agar menjadi sahabat bagi semua orang. Yesus pernah mengatakan, “Aku tidak lagi memanggil kamu hamba, tetapi sahabat.” Yesus saja memanggil kita, sahabat, maka sudah sepantasnya kita memanggil semua orang sebagai sahabat. Tuhan tidak membeda-bedakan orang. Bila kita memusuhi orang lain, berarti kita memusuhi  Allah sendiri. Dan kita sedang membangun kutuk atas diri kita sendiri

Sahabat itu kedudukannya sederajat, semartabat, sama luhur, kemanusiaannnya sama mulia. Sahabat itu bukan darah dan daging kita, tetapi di situlah justru letak keluhuran kemanusiaan kita, bila kita mengasihinya secara total dan tanpa pilih kasih.

Uskup Harun juga mengungkapkan, bila dari komunitas iman lain berduka, kami pun juga sehati sejiwa berduka bersama Anda kalian. Maka mari kita jauhkan dan hentikan sumpah serapah, caci maki, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial dari kelompok satu ke kelompok lain.

Saat acara ini berlangsung, di sudut kanan seorang laki-laki berkacamata, Salvator Juen Junaedi, melukis suasana yang terjadi di gedung itu. Usai acara lukisannya itu diperlihatkan kepada para hadirin, lalu diserahkan ke Uskup Harun Yuwono. ***

M. Fransiska FSGM

[Best_Wordpress_Gallery id=”109″ gal_title=”Natal Ekumenis”]

 

 

 

 

TAGGED:EkumenisLampungNatalProvinis
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES
TEMU AKBAR PELAYAN PERSAUDARAAN 2025
HEADLINES
PESTA SYUKUR FSGM
HEADLINES
Sr. M. Electa FSGM: Bersukacitalah Senantiasa
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Kesetaraan Gender

25/03/2025
BERITA

OFS Memiliki Jiwa Swasta

25/03/2025
BERITA

Ke mana Tuhan akan Kaubawa aku?

25/03/2025
BERITA

Lapas Sebagai Tempat Sekolah

25/03/2025

TERBARU

Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
TALITHA KUM GELAR KONFERENSI ASIA KE-5 DI JAKARTA,
HEADLINES
Lima Suster FSGM Timor Leste Berkaul Kekal
HEADLINES
Suster Senior FSGM: Peziarah Harapan
HEADLINES
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Miliki Hati Berbelaskasih bersama Rm Koko SCJ
BERITA HEADLINES
Bertobat Merawat Omah
BERITA
LAVERNA AWARDS
BERITA
Kenali Talentamu!
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?