Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 15.45 WIB, Allah yang Maharahim telah memanggil Suster kita yang tercinta Suster M. Leonie ke dalam kemuliaan kerajaan-Nya.
Sr. M. Leonie lahir pada tanggal 15 Januari 1941 di Karangsari, Kalianda dari pasangan Bapak Alphonsus Karijawijadi dan Ibu Theresia Minem.
Sr. M. Leonie dipermandikan di Paroki Hati Yesus yang Maha Kudus Metro, pada tgl 30 April 1942, menerima Sakramen Krisma di paroki yang sama pada tanggal 16 Juli 1950

Fransiska Satinem adalah nama Sr. M. Leonie sebelum masuk biara. Pada tanggal 26 Juli 1959 beliau masuk postulat dalam kongregasi Suster-Suster Fransiskan St. Georgius Martir di Pringsewu. Memulai masa Novisiat pada tanggal 26 Juli 1960, mengikrarkan profesi pertama tanggal 26 Juli 1962 dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam profesi kekal pada tanggal 19 Maret 1968. Dengan penuh syukur Sr. M. Leonie telah merayakan 50 tahun profesi (Pesta Emas) pada tanggal 25 November 2011 dan 60 tahun profesi (Pesta Intan) pada tanggal 25 November 2021.
Sr. M. Leonie mengabdikan diri dalam hidup membiara dengan tugas pelayanan sebagian besar di bidang pendidikan, beliau bertugas di berbagai komunitas :
- Tahun 1962-1965 mendapat tugas studi keguruan di Semarang,
- Tahun 1965-1977 setelah selesai studi bertugas di komunitas St. Yusuf Pringsewu sebagai Kepala sekolah SKKP di Pringsewu
- Tahun 1977-1979 bertugas di komunitas St. Fransiskus Tanjungkarang sebagai guru SMP Xaverius (Fransiskus) Tanjungkarang.
- Tahun 1979-1983 kembali bertugas di komunitas St. Yusuf Pringsewu bertugas sebagai guru di SMP Xaverius Panutan.
- Tahun 1983-1985 bertugas di komunitas St. Theresia Baradatu sebagai guru di SMP Bhakti Baradatu.
- Tahun 1985-2001 bertugas di komunitas St. Yusuf Pringsewu sebagai guru Bahasa Lampung di SMP Xaverius Pringsewu.
- Tahun 2001-2005 bertugas kembali di komunitas St. Theresia Baradatu di bagian Rumah Tangga dan pastoral.
- Tahun 2005-2014 beliau bertugas di komunitas St. Fransiskus Panutan di bagian Rumah Tangga dan pastoral.
- Tahun 2014-2024 bertugas kembali di komunitas St. Yusuf Pringsewu di bagian Rumah Tangga dan pastoral
- Tanggal 11 Agustus 2024 Sr. M. Leonie mulai sakit dan tinggal di komunitas Vita Gratia Gisting sampai beliau dipanggil Tuhan.

Pada bulan Februari 2026 kesehatan Suster Leonie mulai menurun dan sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting sejak saat itu para suster dan karyawan Vita Gratia mulai bergantian menemani Sr. M. Leonie dan beliau mendapat perawatan khusus.
Sr. M. Leonie adalah seorang pendidik yang tegas, disiplin, rapi, teliti namun penuh kasih dan perhatian terutama bagi orang yang memerlukan bantuannya. Keahliannya dalam berbahasa Lampung telah membuatnya mampu untuk menjalin relasi yang akrab dengan orang-orang Lampung.
Sr. M. Leonie mempercayakan hidupnya pada Allah, melalui doa, Ekaristi dan Adorasi yang beliau hayati setiap hari yang menguatkan panggilan terlebih saat menemui kesulitan dalam perjalanan hidup. Beliau mempunyai Devosi yang kuat akan Kerahiman Alahi.

Dalam refleksinya Sr. M. Leonie menulis:” Saya berjuang mengolah ketidakmampuan, kekecewaan melalui jatuh dan bangun saya menemukan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Dan semakin jelaslah kehendak Tuhan. Doa dan Ekaristi menjadi kekuatanku, tanda belas kasih Allah yang penuh kerahiman yang saya hidupi dan uluran kasih Allah yang senantiasa menguatkan aku mengalami ketidakberdayaan.”
Saat kesehatan Sr. M. Leonie mulai menurun Para suster, Romo, dan para Frater menemani, memberi perhatian, mencintai dan mengajak berdoa dan pada tanggal 11 Februari 2026 beliau menerima sakramen pengurapan orang sakit dari Romo Hubertus Andri Kurniawan SCJ.
Dan pada tanggal 14 Maret 2026 pukul 15.45 dengan tenang Sr. M. Leonie pergi menghadap Bapa di surga didampingi doa-doa para suster. Tuhan yang Maharahim telah memberikan kebahagiaan yang kekal kepada Sr. M. Leonie.***


