FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > 10 Milenial Menjadi SCJ
BERITA

10 Milenial Menjadi SCJ

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:48
Redaksi
Share
5 Min Read
SHARE

Kisah nyata. Carlo Acustis, remaja milineal, lahir di Inggris pada 1991. Ia terlahir dari keluarga broken home, orangtuanya berpisah. Carlo tumbuh dan besar di Italia bersama ibunya. Carlo menderita penyakit leukemia. Namun, itu tidak membuat dirinya patah arang untuk berbuat baik kepada siapa saja.

Carlo sering mengumpulkan teman-temannya yang juga broken home. Ia memberikan peneguhan tentang Allah Yang Maha Kasih dan Maha Rahim. Carlo juga mengumpulkan teman-temannya yang cacat, yang secara fisik lemah itu sering dibuli oleh teman-temannya. Carlo pembela kaum lemah.

Yang lebih besar lagi, Carlo remaja, mengumpulkan dan mendokumentasikan mukjizat Ekaristi di seluruh dunia, sejauh yang ia dapat. Kemudian ia memasukkan ke website nya sebelum ia meninggal. Carlo menghidupkan dan berdevosi tinggi kepada Ekaristi.

Tanggal 4 Oktober 2020 Carlo akan dikukuhkan sebagai Beatus Milenial (15) di Basilika, St. Fransiskus, Assisi. Di tempat itu akan dibuat patung seorang remaja milenial dengan membawa tas ransel dan memakai sepatu kets. Dunia modern tidak menghalangi remaja milenial untuk menjadi santo.

Sepuluh milenial

Senin, 20 Juli 2020 di Gereja St. Pius X, Gisting, Lampung sepuluh orang muda menambah jumlah barisan hendak membaktikan diri kepada Gereja dan dunia di tengah zaman yang cepat berubah ini.

Mereka adalah: Fr. Attanasius Wirayudha, Fr . Blasius Dinda Anugraha, Fr. Deodentus Ola Atarodang, Fr. Andi Prima Purwonugroho, Fr. Nirwan Prasetyo, Fr. Gregorius Rizky Saputra, Fr. Hendrikus Cahyono, Br. Ignasius Heri Satrya Wangsa, Fr. Stefanus Rizki Adi Purnama, dan Fr. Yohanes Yudistira.

Mereka mempersembahkan diri dalam Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus melalui pengikaran kaul pertamanya dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Yohanes Harun Yuwono.  Perayaan syukur ini ditayangkan secara live streaming dari penggiat Komsos Keuskupan Tanjungkarang.

Tentang angkatan

Bercermin dari Carlo, remaja milineal, calon santo itu, dengan bergurau Mgr. Harun tidak akan mengatakan angkatan yang bengkok hatinya kepada orang-orang muda itu, seperti bacaan Injil hari itu, Matius 12:38-42.

Lalu Uskup mendefinisikan tentang angkatan. Di mata Uskup Harun, angkatan adalah sekelompok orang yang saling mengenal, sehati dan seperasaan, dan akan bangga dengan teman angkatannya itu.

Uskup mengakui kalau ia juga bangga dengan angkatan tahbisannya. Tak henti-hentinya Uskup bercerita ketika tahbisan sembilan orang, sampai sekarang masih utuh. “Bukan berarti kami saleh semuanya,” ujarnya.

Teman angkatan, entah kualitasnya seperti apa, selalu dibela dengan argumen entah masuk akal atau tidak masuk akal. Dan mereka mempunyai pengaruh baik tetapi bisa juga buruk.

Legowo

Kita dipanggil untuk mempengaruhi teman angkatan kita masing-masing dengan pengaruh yang baik bukan yang buruk. Sememalukan apa pun kalau itu buruk, haruslah kita akui dan bukan kita tutup-tutupi. Jika ditutup-tutupi dan diganti dengan kebaikan, yang kita tutupi akan terpendam dan akan menjadi luka.

Kelemahan harus diperangi dan diganti dengan kebaikan. Dengan diperbaiki, kita akan menjadi sehat dan bahagia.

Memang bila ingin memperbaiki, kita dituntut untuk teguh bila kita dalam posisi yang benar. Jangan sampai yang benar menjadi salah, dan yang salah dibenarkan.

Tetapi kita harus legowo bila kita kalah dalam bersaing. Juga dalam berdebat dan berdiskusi bila pendapat kita itu salah. Apalagi kalau kita berhadapan dengan kelompok lain. Kita dituntut untuk tetap tenang, rasional, tidak kehilangan kontrol dan tidak merusak. Kita harus bisa meredam ‘tim sukses dan simpatisan’ atau angkatan kita untuk tidak berlaku anarsis.

Kita harus meneladan Yesus, yang meminta Petrus untuk menyarungkan pedangnya karena Petrus ngotot ingin membela Yesus.

Merusak, memftnah, bukan jalan yang benar, justru akan merendahkan diri kita sendiri. Bila kita berlaku benar, tetapi difitnah, percayalah Tuhan akan tidak tinggal diam. Allah mboten sare. Allah adalah Sang kebenaran.  (Yoh 14:6).

Uskup juga meminta agar kita bersikap: rendah hati, mengalah, pasrah pada Tuhan, tanda keberimanan kita pada Allah. Mengalah bukan berarti kalah. Itu adalah sikap Allah sendiri.

Allah bukan otoriter. Dia disiksa tetapi tidak membalas. Beranikah kita mencontoh Allah yang demikian? Allah sangat merendahkan diri-Nya sama seperti manusia.

Hidup bukan berdasarkan hukum rimba tetapi kasih. Kasihlah yg harus kita hidupi dan kita wartakan, pun bila hidup kita dalam kesulitan dan kekurangan. Dunia modern tidak menghalangi remaja Carlo Acustis, menjadi santo milenial.

Uskup Harun berharap semoga sepuluh orang muda milenial ini juga menjadi Carlo-Carlo lain. Tidak harus menjadi santo, namun memenuhi permintaan Tuhan agar dengan rendah hati dan sukacita memberikan hidup bagi Allah dan sesama.***

M. Fransiska FSGM

[Best_Wordpress_Gallery id=”125″ gal_title=”10 Milenial”]

 

 

 

 

 

 

 

 

TAGGED:10miilenjialsc
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

FSGM Membuka Komunitas Baru di Samarinda
HEADLINES
PEMBARUAN KAUL SUSTER YUNIOR
HEADLINES
PASKAH BERSAMA LEGIO PRESIDIUM POHON SUKACITA KAMI
HEADLINES
Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Pelatihan Website FSGM

25/03/2025
BERITA

Puspas KA di Tengah Pandemi Covid-19

25/03/2025
BERITA

Menanti Berkat

25/03/2025
BERITA

RIP Sr. M. Sita FSGM

25/03/2025

TERBARU

Tuhan, Ingatlah Aku Bila Saat Matiku Nanti
Renungan
GEGARA ‘ASTUTI’
Renungan
DOA BAGAIKAN BENANG MERAH
Renungan
Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Sr. M. Augustin FSGM: 25 Tahun Misionaris di Belanda
BERITA
Kau Tempatkan Aku Di Sini
Renungan
Perjalanan Kasih-4
Renungan
PESTA IMAN FSGM
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?