Sebelum jagad diciptakan, rencana Sang Pencipta sudah tertulis dalam kitab-kitab-Nya, dan aku dibentuk dalam kandungan ibuku.
Aku dilahirkan, dibesarkan, dan dibabtis. Aku bahagia di tengah keluargaku. Namun harapan dan cinta itu putus di tengah jalan karena tahun 1951 ibuku tercinta dipanggil Tuhan. Sang Mahakasih mengatur segalanya.

Salib-salib kecil kupanggul. Ketika menyusuri langkah-langkah kehidupan, suara-Nya memanggilku. Semakin jelas. Kuambil pilihan, meninggalkan segala-galanya.
Dalam meniti panggilan-Nya, aku berjalan melalui liku-liku tebing dan jurang. Ketika mengikuti jalan-jalan-Nya, tak jarang aku jatuh dan jatuh… kucoba bangkit kembali meski lemah… namun tangan-Nya ada di atasku.
Di samping doa, hidup bersama menguatkan panggilanku. Baik di komunitas Gisting, Nyukanghardjo, Pringsewu, Kotabumi, Baradatu, Pajaramataram hingga kini aku menikmati masa senjaku di Vita Gracia, Gisting…
Jumat 02 Oktober 2026 pukul 23.55 WIB, Allah yang Maharahim telah memanggil Suster M. Theresita ke dalam kemuliaan kerajaan-Nya.

Sr. M. Theresita lahir pada tanggal 13 November 1942 di Batu Putih, dari pasangan Bapak Johanes Alui dan Ibu Anna Nasiroh. Sr. M. Theresita dipermandikan pada tgl 31 Oktober 1948.
Agnes Zairoh adalah nama kecil Sr. M. Theresita sebelum masuk biara. Pada tanggal 27 Juli 1965 masuk postulat dalam kongregasi Suster-Suster Fransiskan St. Georgius Martir di Pringsewu. Memulai masa Novisiat pada tanggal 26 Juli 1966, Mengikrarkan profesi pertama tanggal 17 Desember 1968 dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam profesi kekal pada tanggal 29 Juni 1977. Merayakan 25 tahun Hidup Membiara pada tanggal 25 November 1986. Dengan penuh syukur Sr. M. Theresita pada tanggal 22 November 2018 dengan penuh syukur merayakan pesta emas hidup membiara di Pringsewu. Sr. M. Theresita mengabdikan diri dalam hidup membiara di berbagai komunitas.

Sr. M. Theresita adalah seorang yang sederhana murah hati, tekun, lembut, penuh kasih, sangat perhatian terutama bagi orang yang memerlukan bantuannya. Ia juga seorang yang sederhana, apa adanya dan murah senyum. Sr. M. Theresita mempercayakan hidupnya pada Allah melalui doa, Ekaristi dan Adorasi yang ia hayati setiap hari yang menguatkan panggilan terlebih saat menemui kesulitan dalam perjalanan hidup.
Sr. M. Theresita mempunyai devosi yang sangat kuat pada Sakramen Maha kudus dan mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa Sang Maha Kasih mengatur segalanya dalam hidupnya. Dalam refleksinya Sr. M. Theresita menulis ”Ketika menyusuri langkah-langkah kehidupan, suaranya memanggilku. Semakin jelas. Kuambil pilihan meninggalkan segala-galanya.”

Pada Rabu, 30 September Sr.Theresita mengeluh sesak nafas dan segera dilakukan pertolongan. Esok harinya Sr.Theresita semakin sesak dan demam dan segera di Rawat di RS Panti Secanti Gisting. Kondisi semakin menurun pada Pkl 19.00 WIB Sr.Theresita menerima Sakramen Minyak Suci dari Romo Huberthus Andri Kurniawan SCJ.
Pada 2 Oktober pukul 23.55 WIB Sr.M.Theresita menyambut Tuhan yang memanggilnya ke Rumah Bapa di Surga.***
Dok. Propinsi—



