Minggu, 19 Juli 2026 pukul 07.00 WIB beberapa mobil berkumpul di sekitar area depan Gereja Kristus Raja, Tanjungkarang. Hari itu Legio Presidium Pohon Suka Cita Kami (PPSCK) berkunjung ke Presidium Maria Pelindung Orang Berdosa Yang Bertobat, Ngesti Rahayu, Lampung Tengah.
Perjalanan dari Bandar Lampung menuju lokasi sekitar dua jam. Tiba di Susteran Hati Kudus (HK) Ngesti Rahayu, kedatangan PPSCK disambut gembira oleh para Legioner Maria Pelindung Orang Berdosa Yang Bertobat. Oma-opa dan anak-anak juga memberi selamat ucapan selamat datang.

Hadir Ketua Presdium Maria Pelindung Orang Berdosa Bapak dan Ibu Slamet, Apr Presidium Sr. Florentina HK, juga ketua stasi Ngesti Rahayu.
Kunjungan PPSCK ke Stasi Punggur ini merupakan program PPSCK yang ke lima di tahun 2026 ini. Setiap tahun PPSCK menyusun program di awal tahun.

Disambut hangat
Ketua PPSCK Valeria Susi Riani mengatakan, “Kami merasa tersanjung karena kedatangan kami disambut hangat oleh oma opa, anak-anak, dan para legioner. Kedatangan kami ke sini ingin berteman, bersilaturahmi dan menikmati suasana Ngesti Rahayu. Kehadiran oma opa dan anak-anak menambah sukacita kami dalam merajut persaudaraan dalam satu iman, satu nasib, satu perjuangan, dan satu sukacita.”
Sebagai laskar Maria, lanjut Susi, kami berusaha di mana pun dan dalam keadaan apa pun kami harus tetap sukacita, Tinggalkan kedukaan. Meski hati sedang berduka, namun mari kita berjalan bersama dalam suasana sukacita. Kita meneladani Bunda Maria yang selalu sukacita dalam keadaan apa pun.

Tali kasih
Sugeng Susanto memberikan arahan tentang iman dan perbuatan yang harus sejalan. Sebagai laskar Maria, tidak hanya rapat, tetapi juga melakukan hal baik seperti mengunjungi orang sakit dan lansia. “Ini salah satu cara menghormati Bunda Maria lewat Legio Maria,” ujarnya.
Suasana sukacita memenuhi aula. Ida Puspita Wijaya mengajak anak-anak serta oma opa untuk bernyanyi bersama dengan gembira. Selain itu, diadakan beberapa permainan atau game.
Usai permainan dan suasana semakin semarak, PPSCK memberi tanda kasih kepada Presidium Pelindung Orang Berdosa Yang Bertobat, oma-opa, dan anak-anak yang hadir. Pemberian tanda kasih itu merupakan ungkapan perhatian, cinta, dukungan, dan persaudaraan.

Kesan mendalam
Wakil Ketua PPSCK Valentinus Kasan mengaku sangat terkesan dengan acara kunjungan ini. Dengan para lansia yang umurnya sekitar 75-80 tahun namun masih bisa bernyanyi dan bercanda bersama tim PPSCK.
“Anak-anak pun ikut bernyanyi dan berjoget bersama dengan penuh semangat bersama tim PPSCK (Ida, Yoanita, Yuli, Lukas). Meski saat itu situasi udara panas dan baru pulang dari kegiatan hari Minggu di gereja,” kata Kasan.
Senada yang dirasa oleh Valeria Susi. Tentang oma-opa yang penuh semangat dan sukacita, Susi berujar, “Meski sudah sepuh, mereka tetap semangat dan sukacita. Usia Boleh tua, tetapi iman harus tetap dihidupi. “
Kepada anak-anak yang hadir. Mereka adalah generasi penerus untuk perkembangan Gereja saat ini dan di masa mendatang. Juga untuk Presidium Maria Pelindung Orang Berdosa Yang Bertobat, adalah laskar Maria yang penuh sukacita, syukur, dan pelayanan sebagai bukti kesetiaan iman. “Mereka sungguh meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.”
Usai acara silaturahmi, PPSCK berdoa sejenak di Gereja St. Yusup Pekerja, Ngesti Rahayu. Lalu kunjungan ke rumah keluarga Sukijo, orang tua Romo Drian SCJ. Di kediaman keluarga Sukijo, legioner PPSCK dipersilakan memancing di kolam mereka. Usai memancing, PPSCK dijamu bakso, makanan dan minuman lainnya. “Ikan hasil pancingan harus dibawa pulang,” kata Sukijo sambil tersenyum ketika kami pamit pulang. ***
Sr. M. Fransiska FSGM


