FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > FSGM BUKA KOMUNITAS BARU DI MAMAHAK BESAR, SAMARINDA
BERITA

FSGM BUKA KOMUNITAS BARU DI MAMAHAK BESAR, SAMARINDA

Redaksi
Last updated: 14/07/2026 21:38
Redaksi
Share
9 Min Read
SHARE

Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan segala bentuk perhatian serta dukungan yang menguatkan ketiga suster kita untuk memulai karya baru di Mamahak Besar, Keuskupan Agung Samarinda.

Kata-kata Yesus untuk “datang, lihat dan tinggallah” kiranya sangat cocok untuk menggambarkan akan kehadiran kita di Keuskupan Agung Samarinda. Hal ini merupakan jawaban kita terhadap permintaan Yesus untuk “Pergi” dan mewartakan.

Perjalanan kami menuju tempat perutusan yang baru lancar dan cuaca sangat baik. Pada hari Senin, 20 April 2026 kami diantar oleh Pastor Don untuk mengunjungi Katedral, Seminari dan beberapa Gereja Paroki di Samarinda. Sore harinya kami bertemu dengan Bapa Uskup. Beliau memberi gambaran secara umum tentang kehidupan umat di paroki-paroki pedalaman, bagaimana sulitnya mereka untuk tepat waktu, semua serba mendadak dan meminta para suster untuk sungguh mengenali Suku Dayak, terutama di Stasi St. Antonius Padua Mamahak Besar. Suku Dayak di sana kebanyakan adalah Suku Dayak Bahau, kehidupan mereka sebagai petani/berkebun. Sering mereka turun ke Sungai Mahakam untuk mencari emas, mereka rela berendam berjam-jam untuk mendapatkan sebutir emas. Bapa Uskup juga mengatakan, “Siap nanti undangan sembahyangan datang 1 jam sebelum acara doa dimulai dan dalam ibadat serta acara-acara harus menunggu, karena umat belum berkumpul.” Dan inilah banyak lagi.

Pada tanggal 21 April 2026 pukul 06.15, dengan mobil Innova (Travel), kami menuju Mamahak Besar. Setelah kami menempuh perjalanan selama 12 jam, tepat pukul 17.50 kami tiba. Mereka mengatakan bahwa kami datang terlalu cepat, sehingga umat belum siap untuk menyambut kami. Bapak Yohanes Jarnius Kasam, Ketua Stasi, datang memberi salam dan mengatakan bahwa malam ini acara bebas, besok pagi ada acara penerimaan para suster secara adat.

Rumah dipersiapkan oleh Pastor Paroki dan Pemerintah Daerah serta umat. Sebuah bangunan Pastoran yang baru. Bangunan yang tampak indah dari luar tetapi kualitas bangunan sangat tidak bagus. Rumah dua lantai dengan enam kamar di bawah dan Ruang Doa di lantai dua. Semua kamar dan ruangan sudah ber-AC. Sr. M. Ferdinande dan Sr. M. Jose yang berangkat lebih awal sudah mempersiapkan segalanya. Kehadiran Sr. M. Ferdinande dan Sr. M. Jose selain mempersiapkan tempat, tetapi juga untuk mengenal dan menjalin relasi dengan umat di sana. Supaya para suster yang akan tinggal tidak merasa asing. Dan hal itu yang sangat kami rasakan, kami merasa cepat menyatu dengan mereka.

Rabu, 22 April 2026

Pukul 06.00 kami mengadakan Ibadat pagi bersama dan pada pukul 07.00 Ekaristi pertama kali di Ruang Doa yang dipimpin oleh RD. Astono. Kami bersama bersyukur atas penyertaan Tuhan yang telah menghantar kami sampai ke tempat perutusan yang baru.

Pukul 09.30 kami dijemput oleh umat menuju ke Pelabuhan di tepi Sungai Mahakam. Banyak umat, bapak-bapak dan ibu-ibu dengan berpakaian adat sudah menunggu kami. Setelah kami sampai di tepi sungai, mulailah bapak ketua adat melakukan ritual adat.

Sarana yang digunakan adalah:

  • Batang bambu kecil yang ditancapkan di tanah dan ujungnya dibelah menjadi empat.
  • Sirih dan perlengkapan “Nginang” dilipat dan diselipkan pada ujung bambu yang dibelah tersebut.
  • Sebutir telur ayam kampung dimasukkan di atasnya.
  • Ketua adat berdoa dengan sangat khusyuk menggunakan bahasa daerah dan air mata terus menetes. Sekali-kali beliau meletakkan parang di atas telur dan juga membuat lingkaran di tanah. Selama upacara diiringi dengan alat musik Dayak.
  • Selesai dari sungai kami menuju rumah adat “Lamin”, untuk meneruskan acara.
  • Sesampai di Lamin, bambu yang tadi ditanam digabungkan dengan bambu-bambu lain yang sudah diikat dalam kayu besar yang terdapat dalam rumah adat tersebut. Ketua adat masih melanjutkan dengan doa-doanya.
  • Beberapa ibu datang memberi kami gelang dan nama daerah, yang artinya kami diterima dalam keluarga mereka.
  • Setelah itu kami masing-masing ditaburi beras dan ditempelkan parang pada bibir dan ujung kaki kanan, untuk mendapatkan kekuatan.
  • Acara dilanjutkan di dalam komunitas/Pastoran. Bapak Ketua Stasi mengambil sedikit nasi yang ditaruh di atas daun pisang dan ditaruh di lantai. Kami masing-masing diminta mengambil sedikit, dimakan dan kami berjalan keluar rumah kemudian masuk lagi. Yang artinya bahwa kita mendapatkan kekuatan dari rumah, kita pergi untuk pelayanan dan kembali ke dalam rumah lagi.
  • Bapak Ketua Stasi menjelaskan secara singkat arti dari ritual adat. Mengapa dilakukan di sungai? Karena dahulu nenek-moyang selalu melakukan perjalanan dan aktivitas lewat sungai, karena jalan darat belum ada. Jadi supaya tidak lupa untuk mengingat leluhur kita. Ketua adat memperkenalkan orang-orang luar kepada leluhur dan memohon doa restu dari leluhur.

Selesai acara adat, kami mengunjungi Pastor Paroki di Ujoh Bilang, kurang lebih 1 jam dari Mambes. Di sana kami bertemu dengan Romo Aan SCJ dan Br. Eko SCJ serta beberapa Romo karena mereka sedang mengadakan pertemuan.

Kamis, 23 April 2023 (Mungkin harusnya Kamis, 23 April 2026)

Pukul 09.00 Ekaristi pembukaan Komunitas baru yang dihadiri oleh semua Pastor di wilayah Kevikepan Mahulu yang berjumlah 7 Pastor dan para suster MASF dari Ujoh Bilang, Bruder, Frater dan umat dari Paroki Ujoh Bilang dan Stasi Mamahak Besar. Ekaristi didukung dengan koor yang sangat bagus dan petugas liturgi yang sangat rapi dan lancar.

Dalam khotbah Bapa Uskup menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada para suster. Para suster datang ke tempat ini karena diutus, sebagai seorang utusan untuk membantu umat di tempat ini. Supaya misi ini dapat berhasil maka mohon kerja sama dari umat semuanya.

Setelah Ekaristi dilanjutkan dengan pemberkatan Gedung Pastoran/Susteran, Ruang Doa, Tabernakel, Patung-patung, alat misa oleh Bapa Uskup.

Setelah pemberkatan Gedung Pastoran selesai dilanjutkan dengan ramah tamah. Sore hari kami bersama menuju rumah Bapak Bonifasius (Mantan Bupati) untuk mengucapkan banyak terima kasih karena sudah disiapkan segalanya, dan memohon bimbingan beliau bagi para suster. Beliau sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para suster datang di tempat ini.

Beliau mengatakan:

  • Dua sepeda motor sudah dipesankan untuk para suster agar mempermudah para suster melakukan pelayanan.
  • Agar para suster segera membuat gambar untuk susteran, supaya tahun depan bisa mulai untuk direalisasikan.

Keluarga Bapak/Ibu Boni sudah mempersiapkan makan malam untuk kami semua.

Satu minggu pertama kami isi dengan berbagai kegiatan; melengkapi keperluan yang belum ada, doa lingkungan dari rumah ke rumah, hampir setiap hari ada undangan untuk doa di rumah-rumah, dan para suster juga memperkenalkan diri dengan pejabat daerah, RT, Lurah, dan Ketua Stasi.

Kami mulai mengenal kebiasaan umat di Stasi Mambes. Apa yang diceritakan oleh Bapa Uskup, saat ini kami alami. Undangan doa baru disampaikan 1–2 jam sebelum doa dimulai. Hal ini membutuhkan selalu kesiapsediaan kita. Kebiasaan tidak tepat waktu, dll.

Perhatian umat terhadap para suster sungguh luar biasa. Hampir setiap hari secara bergantian umat selalu mengirim bahan makanan berupa minyak, sayuran, bumbu-bumbu, lauk, dll. Bahkan ada yang mengirim peralatan makan, peralatan rumah tangga, juga sabun cuci dan sabun mandi.

Pada tanggal 1 Mei 2026, Misa pembukaan Bulan Maria dan setelah Misa dilanjutkan dengan pembubaran panitia penyambutan di susteran. Umat datang sekitar 40 orang. Mereka membawa makanan masing-masing.

Pada tanggal 2 Mei 2026, untuk pertama kali Misa harian bersama umat di Kapel susteran, bersama dengan umat. Setelah Misa dilanjutkan dengan makan pagi bersama, dan mereka menunggu sampai kami berangkat ke Samarinda. Mereka tidak mau pergi supaya para suster tidak sedih saat kami berangkat pulang. Semua mengatakan, “Suster tidak usah khawatir, kami ada di sini.”

Itulah sedikit oleh-oleh yang dapat kami bagikan. Tentu mereka tetap mohon bantuan doa dalam masa-masa penyesuaian ini. Tidak mudah menyesuaikan diri di tempat baru, dengan budaya, kebiasaan, dan cuaca yang berbeda. Mereka sudah membuat program-program yang masih harus dikoordinasikan dengan Pastor Paroki, Ketua Stasi beserta Dewan Stasi dan Bapak mantan Bupati yang sangat memperhatikan kita. Salam dari Bapa Uskup, dan mereka berdua. Terima kasih. ***

Bersatu dalam kasih dan doa,

Sr. M. Aquina FSGM

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBARU

KUNJUNGAN PERSAUDARAAN Sr. M. BERNADE & Sr. M. MAGDALEN
HEADLINES
PROVINSIAL DAN DPP BARU FSGM
HEADLINES
FSGM PANEN RAYA
HEADLINES
PPSCK Menghadiri Perayaan Hari Devosi di Paroki Bandar Jaya
HEADLINES
Presidium Pohon Suka Cita Kami Ziarah dan Rekreasi ke PIK 2, Jakarta
HEADLINES
PERUTUSAN SUSTER YUNIOR FSGM TAHUN I
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Seminar Buah Bungaran

25/03/2025
BERITA

Mengubah Dunia

25/03/2025
BERITA

Pesta Perak Stasi St. Maria, Dipasena

25/03/2025
BERITA

Lucia FSGM

25/03/2025

TERBARU

FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES
TEMU AKBAR PELAYAN PERSAUDARAAN 2025
HEADLINES
PESTA SYUKUR FSGM
HEADLINES
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Lima Suster FSGM Timor Leste Berkaul Kekal
HEADLINES
Audisi Pesparani Provinsi Tanjungkarang
BERITA
Pionir Pribumi Pertama FSGM, Sr. Arnolde, Berpulang
BERITA
Menjadi Ilahi
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?