
Ada satu pertanyaan yang ada di benak saya. Masihkah aku menarik menjadi seorang suster biarawati?
Kalau kita konsentrasi membawa segelas kopi penuh sambil jalan, kopi tidak akan tumpah, dan sampai ke tujuan. Sebaliknya, saat kita mulai melihat-lihat sekeliling. Memandang yang indah. Konsentrasi terbagi. Kopi tumpah. Lantai kotor. Membahayakan orang lain.
Begitu pula dalam menekuni panggilan hidup yang istimewa ini. Konsentrasi penuh kepada Allah. Tidak main-main. Pasti selamat sampai tujuan.
Pengucapan kaul di hadapan Pemimpin dan disaksikan para saudara-saudari baik langsung mau pun secara live di kanal youtube. Penayangannya terlihat ke seluruh dunia.

Takut
Ketika seseorang mengucapkan kaul. Ada tiga janji kepada Allah untuk hidup dalam kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan. Ini yang membuat orang menjadi takut. Kuatir. Tidak akan tahan. Tidak dapat menghidupinya dengan baik. Main kucing-kucingan. Hidup berkaul dan tahbisan imamat selalu menarik bagi banyak orang karena kita lemah.
Kita ini manusia lemah. Yang dapat menarik dan tertarik pada pihak lain. Tetapi kekuatan kita ada pada Kristus yang memanggil. Maka, setiap hari kita harus pembaruan diri terus-menerus kepada Allah. Bertobat. Menata hati.
Diberi modal
Kristus ingin menggunakan kita sebagai alat-Nya untuk keselamatan manusia. Maka, agar kita kuat menjalani hidup bakti dan imamat, setiap hari hendaknya kita konsentrasi penuh pada Kristus yang memanggil kita.
Kalau tidak konsentrasi penuh, kita bisa gagal. Di sinilah pemberian diri menjadi penuh kesuburan dan menggairahkan untuk dihidupi. Justru kita lemah, dan tahu kelemahan kita, kita harus mengandalkan Kristus.
Seperti membawa kopi tadi. Tumpah kalau tidak konsentrasi penuh. Sama halnya dengan membawa kendaraan. Lengah. Ngantuk sekejab, bisa celaka.
Maka, kita harus selalu sadar diri. Tidak main-main. Agar tidak gagal di tengah jalan dan sampai ke tujuan dengan selamat. Tuhan memang akan setia menjaga kita. Kita pun harus setia menjaga panggilan ini dengan sekuat tenaga.

Jangan lupa, kita diberi modal oleh Tuhan. Berupa talenta, bakat, dan kemampuan. Kembangkan semua itu. Berkreativitaslah. Maka kita akan menjadi orang yang terpanggil secara khusus, tetap akan menarik seumur hidup karena semua untuk Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa. ***
Sr. M. Fransiska FSGM

