FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > TERAPI CINTA
BERITA

TERAPI CINTA

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:48
Redaksi
Share
4 Min Read
SHARE

Florentia Senen (diapit dua suster)

 

Begitu melihat kami datang, matanya berkaca-kaca. Rasa haru merebak dalam pandangannya. Mata tua itu terus memandangi kami. Ada sejuta rindu terpendam untuk berjumpa dengan kakak yang ia kasihi, almarhum Sr. M. Yohanna.

Di belakang teras rumah. Di situ kami bertemu dan saling menyapa. Perempuan 77 tahun itu bernama Florentina Senen. Ada sinar rona bahagia di wajahnya yang keriput karena kami berkunjung. Usai sapaan dan salam jumpa, Florentia memerhatikan satu demi satu tanda kasih yang kami bawakan khusus untuknya.

“Ha… ini ada tissue basah, balsem gosok, handsanitizer, dan minyak kayu putih.  Wah ini saya pakai semua! Terimakasih banyak ya!,” ujarnya senang. Itulah ungkapan spontan rasa syukur yang keluar dari hati seorang ibu yang sederhana ini.

Hari Kamis, 21 Januari 2021 kami mengunjungi beberapa orangtua dan keluarga para suster yang lansia dan sakit. Kunjungan khusus ini dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS), yang dirayakan pada tanggal 11 Februari. Klinik Utama Rawat Inap St. Maria Metro, mempunyai program berkunjung ke rumah orangtua para suster yang lanjut usia dan sakit.

Karena banyak yang harus dikunjungi, maka kunjungan dibuat secara bergelombang sesuai perjalanan rute rumah.

“Tahun ini karena pandemi Covid19. Biasanya setiap tahun kami kunjungan ke rumah pasien dan para lansia,” ujar Sr. M. Fransisko, pemimpin KURI St. Maria. Buah tangan sebagai tanda kasih yang kami bawa itu dikemas sederhana. Namun, di dalamnya ada satu yang membuat menjadi luar biasa. Yakni: cinta! tambah Sr. M. Fransisko dengan tersenyum.

Tetesan cinta

Cinta. Satu kata yang dikatakan Sr. M. Fransisko tadi, saya sangat menyetujuinya. Segala sesuatu yang tampaknya sederhana dan biasa saja, dapat berubah menjadi luar biasa bila dilakukan dengan cinta. Hati yang penuh cinta dapat menyembuhkan segala penyakit. Itu adalah obat. Di sana ada ketulusan, sukacita, dan doa. Cinta itu menghidupkan.

Jadi teringat olehku cerita kecil dari seorang pastor saat makan pagi bersama di biara. Pastor itu mengatakan kalau kemarin pagi di kantornya ada peristiwa yang mencengangkan. Pagi itu seluruh ruangan kantor tercium bau bangkai. Kami semua sibuk mencari penyebab bau bangkai itu, ujar pastor. Akhirnya ditemukan kalau bau bangkai itu  berasal dari luar kantor. Seorang penjual martabak meninggal dunia.

Terbayang olehku bagaimana ia menyambut Sang Maut dalam kesendirian dan kesepian. Mungkin ia sakit, kelaparan, atau kedinginan saat itu. Tiada orang tahu dan peduli.

“Kasihan… ia meninggal kesepian. Tanpa cinta,” ujarku spontan. Cerita pastor itu menginspirasi saya akan karya pelayanan kasih Mother Teresa. Salah satu yang dilakukannya, Mother Teresa memberikan cinta kepada orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki harapan hidup. Ia menggendongnya. Ia juga memberi sesuap nasi atau setetes air. Itulah tetesan cinta yang direguk dan dinikmati seseorang yang hampir meninggal karena miskin dan sakit.

Bagi Mother Teresa apa yang dilakukan itu, tak ada yang sia-sia meski dalam hitungan menit Sang Pencipta akan memanggilnya. Mother Teresa ingin agar setiap orang merasa dicintai, dihargai, dan mengalami kasih.

Menjadi orang yang tidak diinginkan, tidak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan oleh semua orang, saya pikir itu adalah kelaparan yang jauh lebih besar, kemiskinan yang jauh lebih besar daripada orang yang tidak punya apa-apa untuk dimakan.  (Mother Teresa). ***

M. Fransiska FSGM

[Best_Wordpress_Gallery id=”136″ gal_title=”HOSS Metro”]

 

TAGGED:FSGMHOSSmetro
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

Sr. M. Dominica FSGM: “Tuhan tidak akan memberikan yang melampaui kemampuanku.”
HEADLINES
MEMORIAL DAY Mdr, M. ANSELMA FSGM
HEADLINES
Presidium Pohon Sukacita Kami Berkunjung Ke Ngesti Rahayu, Lampung Tengah.
HEADLINES
FSGM BUKA KOMUNITAS BARU DI MAMAHAK BESAR, SAMARINDA
BERITA
KUNJUNGAN PERSAUDARAAN Sr. M. BERNADE & Sr. M. MAGDALEN
HEADLINES
PROVINSIAL DAN DPP BARU FSGM
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Kapel Lansia La Verna, Padangbulan

25/03/2025
BERITA

KUNJUNGAN SR.M. INGEBURG KE INDONESIA

25/03/2025
BERITA

Kesetaraan Gender

15/03/2021
BERITA

Sr. M. Paulien FSGM: Jangan Abaikan

25/03/2025

TERBARU

FSGM Membuka Komunitas Baru di Samarinda
HEADLINES
PEMBARUAN KAUL SUSTER YUNIOR
HEADLINES
PASKAH BERSAMA LEGIO PRESIDIUM POHON SUKACITA KAMI
HEADLINES
Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Dialog Pemuda Lintas Agama
BERITA
Kleding Profesi FSGM
BERITA
Riaslah Aku, Tuhan…
BERITA
MELATIH
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?