FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > Renungan > Voucher Gratis dari Allah
Renungan

Voucher Gratis dari Allah

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:49
Redaksi
Share
5 Min Read
SHARE

By. Sr. M. Aquina

GRATIS…..!!!

Kita tentu tidak asing lagi dengan kata “gratis”. Bukan hanya tidak asing lagi, melainkan sangat akrab dan menyukainya. Diskon saja kita suka, apalagi gratis. Namun, marilah kita melihat kata ‘gratis’ secara lebih mendalam. Ada ungkapan dalam bahasa Latin yang bunyinya: “gratis accepistis gratis date” yang artinya “kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”. Jadi, “gratis” = “cuma-cuma”.

Mari kita telusuri kembali, apakah kata ‘gratis’ hanya berhenti pada arti ‘Cuma-cuma’? Kata “gratis” berasal kata “gratia”, yang artinya “rahmat”. Jadi, apa pun yang kita terima secara “cuma-cuma” atau “gratis”, sebenarnya adalah “rahmat”. Hidup kita, tubuh kita, waktu, dan banyak hal lain, kita terima secara gratis dari Tuhan. Artinya, itu semua adalah rahmat.

Sadar atau tidak, rahmat Allah itu senantiasa melekat pada diri dan hati kita. Hanya saja yang seringkali menjadi permasalahan adalah  apakah kita selalu peka dan terbuka akan rahmat Allah itu. Tentu jika kita sadar dan peka, kita akan mampu menyalurkan rahmat itu kepada sesama. Dan ini menjadi suatu kewajiban dan tugas yang harus kita lakukan, sebab Allah pun telah memberikan rahmatnya secara cuma-cuma kepada kita. Rahmat apa pun yang diberikan kepada kita, bukan hanya untuk kita manfaatkan sendiri, tetapi mesti kita gunakan juga untuk merahmati orang lain.

Rahmat atau karunia merupakan pemberian cuma-cuma dari Sang Pemberi. Demikian ‘hidup’ sukacita merupakan rahmat, sukacita yang dihayati sebagai pemberian cuma-cuma atau gratis dari Sang Pemberi, yakni Tuhan sendiri. Kita memperoleh pembenaran berkat rahmat Allah. Tuhan dalam kerahiman-Nya, mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya (bdk.Rom.8:14-17), dan memberikan pertolongan sukarela agar kita mengambil bagian dalam kodrat ilahi (bdk. 2 Ptr 1:35).

”Kamu harus membayar untuk segala sesuatu di dunia ini, dengan cara apa pun. Tidak ada yang gratis, kecuali anugerah Tuhan.” Penggalan kalimat ini saya kutip dari film ”True Grit”.

Kata ‘anugerah’ Tuhan yang kita terima sama artinya dengan ‘rahmat’ yang juga akan menolong kita dalam menerima orang lain, sebagaimana adanya orang itu. Kita akan belajar untuk bersabar dan mengampuni orang lain, sebagaimana Tuhan telah memperlakukan kita. Sama seperti anugerah Tuhan yang selalu baru bagi kita, maka kita juga perlu untuk memperbarui kasih kita terhadap sesama.

Bagaimana caranya? Yakni dengan melakukan KEBAIKAN. Setiap orang adalah penyalur kebaikan. Sejak manusia diciptakan, Allah telah menanam benih kebaikan dalam diri setiap  manusia, dan hal ini tidak akan pernah diambil oleh Allah. Kebaikan itu mengalir dan menghidupkan manusia. Kebaikan yang kita sebarkan akan menghasilkan “kebaikan yang berlipat ganda” bagi orang lain.

Begitu banyak rupa KEBAIKAN yang dapat kita lakukan dan  bagikan kepada sesama dalam kebersamaan. Kita percaya, bahwa kepandaian, kecakapan, dan keterampilan apa pun merupakan bagian karunia Allah yang diberikan kepada kita ketika Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya.

Sikap murah hati dalam berbagi kebaikan tak kan membuat yang berbagi itu kekurangan. Malah ia akan berkelimpahan. Karena kebaikan yang dibagi, akan berlipat ganda dan kembali kepadanya dalam bentuk kebaikan yang lain. Misalnya saja, Tuhan menganugerahi kita talenta untuk bermain musik. Dan ketika itu, ada teman kita yang ingin belajar bermain musik. Bila kita dengan penuh sukacita membagikan kemampuan yang kita miliki, kita akan semakin diperkaya, sebab dengan membantu teman dalam belajar secara otomatis akan membuat kita semakin mahir dalam bermain musik.

Jadi, semua yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita adalah bagian dari rahmat Tuhan. Rahmat itu terselubung dalam kejadian, sehingga hanya dapat dipahami dalam terang iman lewat refleksi sehari-hari. Rahmat yang Tuhan tawarkan mungkin tidak akan nampak seperti merpati atau pun lidah-lidah api, melainkan segala sesuatu yang dapat kita bagikan kepada sesama, yang membawa kasih, kebaikan, kebenaran, kebahagiaan, dan keselamatan di dalam Tuhan. Kepandaian, kecakapan dan keterampilan merupakan bagian dari karunia Allah, yang diberikan  Allah ketika menciptakan manusia menurut citra-Nya.

Semoga, kita semakin bertumbuh menjadi manusia kasih, manusia penyalur kebaikan ilahi di manapun berada. Kita bersikap rendah hati dan inklusif, sehingga mampu melihat kebaikan Allah pada sesama, dan bersinergi menjadi penyalur rahmat Allah kepada siapa pun, di mana pun dan dalam keadaan apapun. Marilah kita mengalirkan rahmat yang kita miliki, janganlah kita terima sendiri karena ada satu titik di mana kita tak akan pernah bisa menampung rahmat/berkat itu lagi. Indahnya semangat berbagi rahmat dan belaskasih Tuhan. ***

 

Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

FSGM Membuka Komunitas Baru di Samarinda
HEADLINES
PEMBARUAN KAUL SUSTER YUNIOR
HEADLINES
PASKAH BERSAMA LEGIO PRESIDIUM POHON SUKACITA KAMI
HEADLINES
Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

Renungan

Kuingin Menjadi Sr. Anselma Muda

25/03/2025
Renungan

Perjalanan Kasih-4

25/03/2025
Renungan

Bunda Penolong Abadi

25/03/2025
Renungan

Yesus Adalah Jawabnya

25/03/2025

TERBARU

Tuhan, Ingatlah Aku Bila Saat Matiku Nanti
Renungan
GEGARA ‘ASTUTI’
Renungan
DOA BAGAIKAN BENANG MERAH
Renungan
Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

“ST YUSUF… PRIBADI YANG MENDAHULUKAN KESELAMATAN”
BERITA
Dia Yang Belum Selesai
BERITA
Gelar Dialog Lintas Komisi
BERITA
PEMBUKAAN KAPITEL PROVINSI FSGM
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?