FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > Renungan > Yesus Adalah Jawabnya
Renungan

Yesus Adalah Jawabnya

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:49
Redaksi
Share
4 Min Read
SHARE

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita. Setelah menggapainya, diharapkan dapat memberi kebahagiaan. Perjalanan mencapai cita-cita itu, butuh perjuangan panjang. Berproses. Keberhasilan dan kegagalan adalah pernak-pernik dalam perjuangan menggapai cita-cita.

Begitu pula menjadi seorang suster. Tidaklah mudah. Butuh perjuangan. Berproses. Letak kebahagiaan seorang suster berbeda dengan kaum awam.  Mengapa? Karena setiap orang pasti ingin bebas. Sementara seorang suster harus berani melepaskan dengan ikhlas keinginannya. Selain itu, berjuang memberi diri dalam membangun kebersamaan.

Contoh sederhana, doa pagi bersama pukul 04.45. Kebiasaan ini sangat biasa dilakukan oleh seorang suster. Tetapi ada saat ia harus berjuang luar biasa ketika letih. Ingin tidur panjang. Mau tidak mau, ia harus bangun pagi karena doa bersama.

Jadi, kebahagiaan seorang suster itu adalah pemberian diri. Meluangkan waktu untuk kebutuhan sesama. Ini juga menjadi perjuangan saya. Tak jarang saya berani mengatakan akan memberikan diri untuk Tuhan lewat sesama. Nyatanya, saya masih korupsi waktu.

Bertahan dalam proses akan membuahkan hasil yang baik karena Yesus yang memanggil Dia juga yang akan menjawab semua persoalan kita. Bersyukur atas kesetiaan Tuhan yang selalu membimbing. Hingga akhirnya saya berani menjawab, YA untuk selama-lamanya.

Awalnya, kami berempat menjalani masa pendidikan novisiat pertama di Timor Leste. Dihadang tantangan yang tidak mudah. Ada campur tangan Allah yang tidak kami tahu cara bekerja-Nya. Entah kapan juga Ia mengubah dan memperbaiki hidup kami. Yang dibutuhkan dari kami adalah sabar. Bertahan.

Motivasiku menjadi suster awalnya sederhana. Mengenakan kerudung dan baju putih. Tampak anggun. Indah. Melihat para suster yang selalu kompak dalam berpakaian rapi. Membuat saya tertarik menjadi seorang suster.

Setelah masuk biara, motivasi saya dimurnikan. Mengalami pengolahan di masa pendidikan novisiat. Saya mau menyebarkan kasih Allah kepada sesama. Bagi saya, hidup adalah anugerah. Saya juga harus membagikannya kepada sesama.

Selama kurang lebih 12 tahun sejak tanggal 8 Desember 2009 hingga 19 Agustus 2021, kami masih berempat. Masih utuh. Keberanian dan kesetiaan kami dalam menjawab panggilan Tuhan semata-mata karena Yesus setia dalam membimbing dan berjalan bersama kami setiap hari melalui para pembimbing.

Terimakasih untuk Sr. M. Giovani yang dengan setia dan sabar, berproses bersama kami selama masa novisiat. Masih teringat dalam benakku, kami sempat putus asa. Kesulitan materi dan tidak adanya panggilan (tidak ada aspiran yang masuk).

Suatu hari di ruang makan. Sr. Giovanni mengatakan, karena tidak ada panggilan, maka lebih baik kami ke Indonesia. Bergabung dengan para suster di sana saja. Tetapi Tuhan menjadi jawaban atas semuanya ini.

Satu tahun kemudian, Tuhan mengirim enam putri untuk bergabung bersama kami. Lucunya, kami kekurangan kamar tidur. Kami tidur satu kamar berempat.

Setia bertahan dalam proses akan melahirkan mukjizat dari Tuhan. Saat ini kita telah memiliki rumah pendidikan yang sangat bagus. Terimakasih untuk FSGM yang telah berjuang dalam menyebarkan kasih Allah di tanah Timor Leste. Saat ini banyak putri yang berminat untuk menjawab panggilan Tuhan. Semoga kita tidak patah semangat untuk terus berjuang dan pasrah kepada penyelenggaraan kasih Allah. Allah yang memanggil, Allah juga yang akan menjadi jawaban atas semuanya.***

 By. Sr. Jeanet 

Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

FSGM Membuka Komunitas Baru di Samarinda
HEADLINES
PEMBARUAN KAUL SUSTER YUNIOR
HEADLINES
PASKAH BERSAMA LEGIO PRESIDIUM POHON SUKACITA KAMI
HEADLINES
Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

Renungan

Bunda Penolong Abadi

25/03/2025
Renungan

Aku dan Allahku

25/03/2025
Renungan

Dijuluki Kambing Si Carlo

25/03/2025
Renungan

TUHAN…, AKU BAHAGIA

25/03/2025

TERBARU

Tuhan, Ingatlah Aku Bila Saat Matiku Nanti
Renungan
GEGARA ‘ASTUTI’
Renungan
DOA BAGAIKAN BENANG MERAH
Renungan
Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Dia Yang Belum Selesai
BERITA
Sr.M.Pauli FSGM: Harapan & Keprihatinan
BERITA
Kesetaraan Gender
BERITA
ADA TANDA
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?