FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > KENOSIS
BERITA

KENOSIS

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:49
Redaksi
Share
3 Min Read
SHARE

Catatan A. Eddy Kristiyanto OFM

 Pada kesempatan ini, saya bermaksud memaparkan gagasan dan cara perpikir yang digali dari Kisah Para Rasul 3:19. Penegasannya berbunyi demikian, “Mesias yang diutus Allah harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.”

Inti pewartaan yang terungkap dalam Kisah Para Rasul 3:19 tersebut mempertegas Allah macam apakah yang perlu dipercayai Kekristenan. Kemudian, Mesias di dalam diri Yesus yang dijadikan Kristus memiliki peran macam apa. Lalu, apa yang perlu dilakukan oleh komunitas yang percaya akan inti pewartaan, dan akhirnya simpul macam apa yang dapat ditarik daripadanya.

Pewartaan yang diwariskan oleh Petrus dan sampai pada kita sekarang ini berisi tentang Allah yang berpihak pada kita, ciptaan-Nya. Keberpihakan Allah diperlihatkan melalui pengakuan tentang Allah itu bukan hanya penciptakan (seperti yang disampaikan dalam Kitab Kejadian), tetapi juga dalam penyelenggaraan hidup ini (seperti diringkaskan dalam Kis. “Allah Abraham, Allah Ishak dan Yakub, Allah leluhur kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus”).

Singkat kata, Allah yang diperkenalkan, diakui, dan diabadikan oleh Petrus (dan para penerus imannya) adalah Dia yang menciptakan dan memelihara hidup, yang mencintai. Tiga aspek dalam satu dimensi, yakni menciptakan, memelihara, dan mencintai hidup inilah hakikat/esensi Allah.

Kemudian, untuk mewujudkan esensi Allah itu, Dia memakai jalan atau cara yang disebut pewahyuan diri, penyingkapan diri dalam Yesus Kristus. Jalan atau cara penyingkapan paling tandas adalah pengosongan diri (dalam istilah alkitabiah adalah kenosis, pengosongan diri, pengurbanan diri, penyangkalan diri, kehendak, perendahan diri). Mengapa jalan ini yang ditempuh?

Ada banyak sekali cara mengurbankan diri demi tujuan mulia dan luhur, tetapi kayaknya tidak ada cara lain yang lebih unggul daripada kenosis.

Dua persoalan yang tersisa, yakni apa yang perlu dilakukan oleh pribadi dan komunitas, serta simpul macam apa yang dapat ditarik daripadanya, praktis merupakan tugas dan tanggungjawab kita.

Kisah Para Rasul mengingatkan dan menyerukan, sadarlah dan bertobatlah. Semua sudah diberikan Allah pada kita; dan Allah terus-menerus melakukan penegasan keberpihakan-Nya dan kehendak-Nya. Allah juga tidak memberi tugas dan tanggungjawab pada kita melampaui kemampuan dan kodrat kita.

Jadi, semua sudah diserahkan oleh Allah pada peran, tugas, dan tanggungjawab kita. Bagaimana kita turutserta dalam proyek penyelamatan Allah sejauh itu dikehendak Allah?

Jadi, Allah mencipta, menyelenggarakan, mencintai hidup di dalam dan melalui Yesus Kristus agar segenap ciptaan berkobar sampai akhir di dalam keutamaan. Konkretnya gimana?

Memohon dengan rendah hati kesetiaan untuk menghasrati dan mengupayakan vestigia Dei (artinya: jejak Allah).  Caranya dengan pendekatan kesadaran (atau konsientisasi), mengelola hati dengan mencintai, mengupayakan dengan membiasakan diri, merefleksikan (mengevaluasi) dan “memulai lagi” (seperti halnya dipahami oleh para Fransiskan diasalkan dari ucapan Fransiskus Assisi; atau eksplorasi dalam pemikiran Gabriel Marcel), dan memberbesar sikap syukur.****

TAGGED:eddykenosisofm
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

YUBELIUM FRANSISKUS ASISSI & 800 TAHUN TRANSITUS
HEADLINES
Sr. M Theresita FSGM: Ketika Salib-salib Kecil Kupanggul
HEADLINES
DUA SUSTER MUDA FSGM DIUTUS KE BELANDA
HEADLINES
Ulang Tahun PPSCK : Kobarkan Semangat Pelayanan
HEADLINES
ENAM TUNAS MUDA FSGM
HEADLINES
Sr. M. Hildegard FSGM: Tangan Tuhan Selalu Membimbing
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

10 Pemudi Memasuki Masa Postulan

25/03/2025
BERITA

Pesta Perak Stasi St. Maria, Dipasena

25/03/2025
BERITA

50 thn Fransiskus Kampung Ambon

25/03/2025
BERITA

Perbaikilah Gereja-Ku !

25/03/2025

TERBARU

FSGM BUKA KOMUNITAS BARU DI MAMAHAK BESAR, SAMARINDA
BERITA
KUNJUNGAN PERSAUDARAAN Sr. M. BERNADE & Sr. M. MAGDALEN
HEADLINES
PROVINSIAL DAN DPP BARU FSGM
HEADLINES
FSGM PANEN RAYA
HEADLINES
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Untukmu Ukraina
BERITA
Pelatihan Website FSGM
BERITA
Kata Mutiara Bijak JPIC
JPIC JPIC FSGM
Meski Diinjak Tetap Melindungi
BERITA
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?