Sebanyak sebelas suster yunior tahun pertama telah menyelesaikan masa pembinaan selama satu tahun. Selama masa pembinaan ini, mereka tinggal di komunitas karya dan Mater Dei. Masing-masing selama 14 hari bergantian.
Di Mater Dei mereka belajar banyak hal seperti Kitab Suci, Konstitusi, Bahasa Inggris, dll. Selain itu, belajar hal-hal praktis seperti: memasak, membersihkan kebun, rumah, dsb. Tim pengajar: suster, romo, dan awam.
Usai pembinaan, mereka diutus oleh Kongregasi atas nama Gereja. Ada yang mendapat tugas baru tetapi ada pula yang kembali lagi ke komunitasnya untuk belajar berkarya.

Jumat, 30 April diadakan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Romo Fransiskus Supomo Pr di Mater Dei, La Verna, Padangbulan.
Dalam homilinya, Romo Supomo mengutip ayat Yohanes 13:30, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barang siapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barang siapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Utusan itu tidak sendiri. Utusan itu memberi kesaksian tentang Kristus. “Para suster itu juga utusan Tuhan dan merasul. Maka, hiduplah seabgai saksi Kristus dan menghadir Kristus,” ujar Rm. Supomo.
Sebagai rasul, lanjutnya, jangan pernah memusatkan perhatian pada diri kita sendiri. Godaaan terbesar sebagai utusan adalah menggantikan Kristus dengan diri kita sendiri. Tampaknya baik padahal: mencari prestise, pujian, dan popularitas diri.
Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan rekreasi bersama dan ramah tamah. ***

Sr. M. Fransiska FSGM

