FSGM IndonesiaFSGM IndonesiaFSGM Indonesia
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Font ResizerAa
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Font ResizerAa
  • HOME
  • VIDEO
  • FORMATIO
  • DAFTAR JADI FSGM
Search
  • HOME
  • FSGM
    • SEJARAH
    • PROFIL
    • VISI
    • MISI
    • RIWAYAT ST. FRANSISKUS ASSISI
    • RIWAYAT MDR. ANSELMA
    • SPIRITUALITAS
    • STRUKTUR KEPEMIMPINAN
    • DAFTAR KOMUNITAS
  • KARYA KERASULAN
    • PROFIL YAYASAN FRANSISKUS (PENDIDIKAN)
    • PROFIL YAYASAN GEORGIUS (KESEHATAN)
    • PROFIL YAYASAN ANSELMA (SOSIAL)
    • PROFIL JPIC FSGM
  • FORMASI
  • BERITA
  • DAFTAR FSGM
  • KONTAK
Follow US
FSGM Indonesia > BERITA > Gudang Pembelajaran SMA Fransiskus Bandarlampung
BERITA

Gudang Pembelajaran SMA Fransiskus Bandarlampung

Redaksi
Last updated: 25/03/2025 03:47
Redaksi
Share
4 Min Read
SHARE

Ekskul Paduan Suara SMA Fransiskus Bandar Lampung atau yang dikenal dengan nama Gita Assisi Choir mengharumkan nama bangsa Indonesia di kompetisi 11th Orientale Concentus International Choral Festival, 1-4 Juli 2018, Singapore.

 Menjadi satu-satunya paduan suara di provinsi Lampung yang mengikuti kompetisi tersebut bersama dengan paduan suara dari provinsi-provinsi lain seperti, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara bertarung dengan paduan suara lainnya yang berasal dari Singapura, Malaysia, China, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Belanda, dan Amerika Serikat.

Beranggotalan 40 siswi, Gita Assisi Choir berkompetisi dalam kategori B3: Equal Voices – 16 years and below (Suara Sejenis – 16 tahun ke bawah). Mereka juga ditemani oleh Kepala SMA Fransiskus: Sr. Pauli FSGM, 2 orang pembimbing, dan 2 orang MUA, serta beberapa orang tua murid.

Menyanyikan lantunan Sanctus (Roni Sugiarto & Swingly), Nigra Sum (Pablo Casals), dan Gaudete (Piae Contiones & Michael Engelhardt) di kompetisi tersebut di School of The Arts (SOTA), Singapore pada Senin, 2 Juli 2018.  Di bawah naungan conductor sekaligus pelatih Alfonso Andika Wiratma yang datang jauh-jauh dari Semarang, Gita Assisi Choir berhasil meraih Gold Grade III dengan jumlah nilai 84,9 dan menempatkannya di posisi ke dua dari tujuh paduan suara yang berkompetisi pada kategori B3.

Jane Elisabeth sebagai perwakilan Gita Assisi Choir dalam malam penghargaan pada Rabu, 4 Juli 2018, bertempat di Esplanade Concert Hall, Singapore mengaku sangat bangga melihat hasil yang diraih Gita Assisi Choir pasalnya nilai yang diraih jauh meningkat dari kompetisi yang sebelumnya diikuti.

“Saat saya tiba di atas panggung, langsung disoraki ‘Indonesia, Indonesia’ oleh teman-teman saya yang berada di tribun. Seperti Esplanade Concert Hall disewa oleh orang Indonesia. Saya juga merasakan kompaknya orang Indonesia di ruangan itu karena mereka semua menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” ungkap Jane mengekspresikan kebahagiaannya.

“Kami sangat terharu dan bersyukur sampai kami teriak-teriak saat hasil untuk Gita Assisi Choir dibacakan, sungguh luar biasa,” ujar para anggota Gita Assisi Choir yang saat itu berada di bagian tribun.

“Sejak mereka tampil di panggung gedung SOTA yang megah itu, saya merasa bangga bahwa akhirnya anak-anak bisa berdiri di panggung itu. Melihat mereka tampil optimal saya merasa salut, terharu, sekaligus bahagia. Namun lebih dari itu semua, saya lebih bangga karena mereka telah melewati proses pendewasaan dan tempaan yang cukup panjang. Dan itu ternyata belum cukup untuk sebuah kematangan. Kompetisi kali ini sungguh gudang pembelajaran yang tak akan saya lupakan, untuk diri sendiri mau pun untuk Gita Assisi. Hasil itu buah dari proses dan saya lebih menggarisbawahi proses. Yang jelas, anak-anak telah memberikan dan melakukan yang terbaik. Saya berharap, mereka tetap sadar sebagai insan pembelajar. Saya harap juga mereka memahami bahwa GREATNESS HAS NO FINISH LINE, because good enough will never change the world. Tetap semangat dan terus belajar. Gantungkan cita-cita setinggi surga, karena Tuhan yang mencintai kita adalah sempurna dan mulia. Fransiskus berjiwa besar dalam segala,” ungkap Kepala SMA Fransiskus, Sr. M. Pauli FSGM, yang saat itu turut menjadi saksi keberhasilan Gita Assisi Choir. ***

Marcellino Hariadi Nugroho

TAGGED:EskulFransiskus BLSMA
Share This Article
Facebook Copy Link Print

TERBARU

FSGM Membuka Komunitas Baru di Samarinda
HEADLINES
PEMBARUAN KAUL SUSTER YUNIOR
HEADLINES
PASKAH BERSAMA LEGIO PRESIDIUM POHON SUKACITA KAMI
HEADLINES
Sr. M. Leoni FSGM: Berjuang Melawan Ketidakmampuan
BERITA
FKPA Sumbagsel: Kasih Pada Kaum Rentan
HEADLINES
Sr. M. Ludgeri FSGM: Kegembiraan dan Kesulitan Ditanggung Bersama
HEADLINES

TERPOPULER

SEBELAS PEMUDI MELAMAR KE FSGM
HEADLINES
Sejarah
Provinsi
Kepemimpinan
Provinsi
Aspiran
Formatio
Postulan
Formatio
Novisiat
Formatio

You Might Also Like

BERITA

Sehat Itu Mahal

25/03/2025
BERITA

Menjadi Manusia Bermartabat FSGM

25/03/2025
BERITA

Gelar Dialog Lintas Komisi

25/03/2025
BERITA

Pelantikan Ekonom Keuskupan Tanjungkarang

25/03/2025

TERBARU

Tuhan, Ingatlah Aku Bila Saat Matiku Nanti
Renungan
GEGARA ‘ASTUTI’
Renungan
DOA BAGAIKAN BENANG MERAH
Renungan
Bapak Gojek, Maafkan Saya…
Renungan
https://www.youtube.com/watch?v=fDIOwynFx2M

POPULER

Kehendak-Mu, Pilihanku
BERITA
MANCING YUUKK… MANCING….
BERITA
Perjalanan Kasih-6
Renungan
Santo VS Lengser wengi
Renungan
FSGM IndonesiaFSGM Indonesia
Follow US
by. Raka KAJ
Scan the code
WhatsApp
Kamu ingin menjadi Suster FSGM? Ayo kontak kami !
Open chat
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?