Hari masih pagi sekitar pukul 05.30. Anggota legio Presedium Pohon Sukacita Kami (PPSCK) mulai berdatangan satu per satu. Mereka mengenakan kaos seragam legio berwarna biru.
Pagi itu mereka akan menghadiri Perayaan Hari Devosional Keuskupan Tanjungkarang di Paroki St. Lidiwina, Bandar Jaya, 1 Juni 2026. Akomodasi pemberangkatan sudah diatur. Ada dua mobil dan mobil Hiace yang siap menghantar laskar Bunda Maria ini. Pukul 06.00 mereka berangkat dengan sukacita dan rasa syukur.
Di mobil terasa suasana kegembiraan. Ada sendau gurau dan percakapan yang mewarnai perjalanan ke Bandar Jaya. Tak lupa doa rosario dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan mohon berkat dalam perjalanan dan acara Hari Devosional Keuskupan.

Perjalanan lancar. Mereka tiba di Bandar Jaya pukul 07.00 WIB. Panitia dengan ramah menyambut kedatangan para tamu yang datang. Tak kalah petugas parkir dengan sigap mengatur mobil. Panitia juga telah menyediakan minum dan snack.
Pukul 08.00 setiap kelompok devosional memimpin doa sesuai dengan spiritualitasnya. Kelompok Devosional Legio Maria membawakan doa Tesera. Tesera ini adalah doa resmi yang wajib didaraskan oleh seluruh anggota Legio Maria.
Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo ini dihadiri sekitar 900 orang. Perarakan enam vandel dan tarian mengawali Perayaan Ekaristi ini. Enam vandel itu menandai enam kelompok devosional yang bergabung. Yakni: Legio Maria, Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI), Badan Pelayanan Keuskupan-Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK), Komunitas Tritunggal Maha Kudus (KTM), Serikat Sosial Vinsensius (SSV), dan Komunitas Awam Dehonian (KAD).
Dalam homilinya Uskup Vinsensius mengatakan, Hari Devosi Keuskupan bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Lalu ia mengulas tentang fungsi Pancasila.
Pertama, dasar negara: acuan untuk ketatanegaraan, mengatur kehidupan bangsa, dasar hukum.
Kedua, pandangan hidup: orientasi bangsa ini diatur, memiliki visi untuk kemakmuran masyrakat.
Ketiga, jiwa dan kepribadian bangsa, untuk membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Ciri utama bangsa Indonesia adalah ramah, supel, toleran, dan memiliki nilai-nilai luhur pendahulu kita.
Dalam bacaan tadi, kata Uskup, tertulis kita tidak hanya sekedar manusia, tetapi kita sudah punya kodrat ilahi. Maka kita harus berbeda, memiliki ciri khas khusus yang istimewa. Yakni: iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan orang lain.
Yang paling tinggi adalah kasih pada orang lain. Meski kita sudah beriman, tetapi kita hendaknya berdevosi. Devosi itu adalah vitamin atau suplemen agar kita memiliki kekuatan dan ketahanan uji supaya dapat mengasihi orang lain.

“Kita bersyukur bisa merayakan hari devosi ini, yang bersamaan dengan hari lahirnya Pancasila. Mari kita timba nilai-nilai yang baik agar kita semakin menjadi bangsa indonesia yang baik dan orang katolik yang tekun dan setia,” ajak Uskup.
Moderator Kelompok Devosional Rm. Vincentius Anggoro Ratri SCJ mengatakan perayaan hari devosi ini guna menyegarkan kembali bahwa kita orang Katolik, hidup rohani tidak tercakup seluruhnya dengan hanya ikut serta dalam Liturgi (SC 12).
Kehidupan rohani kita juga diperkaya dengan praktik kesalehan umat kristiani termasuk devosi. Maka, banyak orang Katolik menghidupi devosi kepada Bunda Maria, Hati Yesus Yang Maha Kudus, dll.
Perayaan hari Devosi Keuskupan ini adalah perayaan bersama seluruh umat di Keuskupan Tanjungkarang. Milik kita bersama karena devosi lahir dari gerakan umat. Entah devosi apa pun yang kita jalani, mari kita jadikan momen ini sebagai momen saling menghargai dan bergandengan tangan untuk bersama-sama menyuburkan hidup rohani dan pelayanan di gereja setempat di mana kita hidup, ajak Rm. Anggoro SCJ.
Dalam Perayaan Ekaristi itu PPSCK mengambil bagian membawa persembahan yang diwakili oleh Sr. M. Maurin.
Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan bincang-bincang santai bersama Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo di halaman kompleks gereja. Selain itu, setiap kelompok devosional mempersembahkan atraksi. Legio Maria mempersembahkan lagu yang dibawakan oleh dua yunior legioner. Juga turut berjoget dan bernyanyi bersama dengan para devosional lainnya.

Ketua Presidium Pohon Sukacita Kami Valeria Susi Riani menanggapi acara Hari Devosi tahun 2026 ini berjalan dengan baik dan dapat menyatukan semua devosional yang ada di keuskupan. Ia berharap ke depan, acara talk show atau bincang-bincang santai bersama Uskup dikemas lebih hidup lagi.
Kepada anggota PPSCK Susi berharap:
Pertama, dapat merasakan kebersamaan dan kebahagiaan.
Kedua, semua memiliki keinginan untuk dapat bertemu bersama dengan Devosan yang lain dan rindu akan kebersamaan itu.
Ketiga, semakin penuh semangat dan muncul dari hati yang paling dalam bahwa menjadi laskar Maria adalah pilihan yang paling tepat untuk hidup bersama Maria baik dalam doa mau pun dalam pelayanan.***
Sr. M. Fransiska FSGM



